Mustikarasa: Resep Masakan Indonesia Warisan Sukarno

Rp 400,000.00
bukubukulawas.com
001
Ada Stok
+

Jumlah minimum untuk "Mustikarasa: Resep Masakan Indonesia Warisan Sukarno" adalah1.

Mustikarasa: Resep Masakan Indonesia Warisan Sukarno

Sebuah buku pusaka yang terbit tahun 1960-an pada masa pemerintahan Sukarno dan kini diterbitkan kembali. Kehadirannya sudah ditunggu-ditunggu baik itu oleh pencinta sejarah, pencinta kuliner, dan orang yang bergelut dalam dunia kuliner itu sendiri. Resep mulai dari makanan, minuman, sambal, sampai jajanan ada di dalamnya.

Pengantar: Jj Rizal

Penerbit: Komunitas Bambu

Tahun: 2016

Tebal: 1.212 hal, hard cover, tulisan di cover dan di punggung emboss

TERMURAH se Forum Jual Beli... Bisa dicek. Afiliasi resmi dari Penerbit Komunitas Bambu.

Sinopsis:

Mustikarasa merupakan kumpulan resep masakan dari berbagai daerah di Indonesia warisan Presiden Sukarno. Sebab buku ini lahir atas gagasan Proklamator Republik Indonesia yg pencinta makanan dan merasa bahwa makanan adalah persoalan penting. Tak ayal makanan pun menjadi bagian dari derap politik revolusi yg didengungkan Sukarno sejak akhir 1950-an. Sukarno sebagai presiden memerintahkan mengumpulkan resep masakan Indonesia selengkap-lengkapnya. Bukan saja untuk mendokumentasikan dan menyelamatkan kekayaan warisan makanan minuman Indonesia yg beragam serta kaya pengaruh hasil silang budaya dalam sejarahnya yg panjang bertemu aneka bangsa, tetapi juga sebagai upaya member basis bagi politik pemertahanan pangan.

Sebuah tim mega proyek penelusuran kuliner Nusantara pun dibentuk dan bekerja selama 1960 sampai 1966. Sukarno dikudeta, tetapi cita-citanya terwujud. Lebih dari 1600 resep terjilid dalam 1200-an halaman buku ini. Akhirnya buku ini bukan saja menjadi buku yg terlengkap dalam menghimpun, merekam resep masakan, dan budaya dapur Indonesia dengan daerah asalnya yang boleh dikatakan belum tertandingi sampai sekarang. Lebih jauh buku ini merupakan artefak sejarah keterlibatan pemerintah yg serius dalam soal budaya makan dan politik pangan yg setelah Sukarno dijatuhkan banyak diabaikan.